IQE

Memasuki era globalisasi perdagangan, standardisasi dapat digunakan sebagai salah satu alat kebijakan pemerintah dalam menata struktur ekonomi secara lebih baik dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Untuk menunjang tercapainya tujuan strategis tersebut, yang antara lain adalah peningkatan ekspor produk Indonesia, peningkatan daya saing produk Indonesia, peningkatan efisiensi nasional dan menunjang program keterkaitan sektor ekonomi dengan berbagai sektor lainnya, maka penerapan standar oleh industri menjadi sangat penting.

Penerapan standar sebagaimana yang dimaksud tersebut, tidaklah hanya terbatas pada produk yang dihasilkan oleh industri/organisasi besar. Persyaratan global akan jaminan mutu dan keberlanjutan aspek lingkungan, menuntut Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaksanakan kegiatan ekonominya berbasis pada standar. Apalagi pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, UMKM harus bisa mengadopsi teknologi dan memahami standardisasi jika tidak mau tergilas oleh produk-produk asing yang kemungkinan jauh lebih efisien dan murah harganya.

Dalam konteks ini, maka peran dan karya nyata pemerintah daerah untuk mengangkat produk unggulan dan ber-standar hingga bisa memberikan sumbangsih bagi perekenomian nasional, perlu ditingkatkan. Berbagai potensi yang ada, semestinya terus digali, dikembangkan, dan diangkat ke kancah internasional sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk membina dan mengembangkan standarisasi di Indonesia, sangat menyadari situasi dan tuntutan tersebut. Oleh sebab itu, BSN terus mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sistem penilaian kesesuaian yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan agar tercipta produk nasional yang berdaya saing, mendunia dan sekaligus membanggakan.

Dibutuhkan kerjasama pula dengan berbagai pihak agar standarisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Dengan produk nasional yang membanggakan dan ber-SNI, Indonesia bisa optimis meraih peluang pada era pasar bebas ini. Indonesia Quality Expo 2018 akan menjadi salah satu wahana penting bagi para pemangku kepentingan untuk menjalin kerjasama sekaligus bersama-sama mengangkat produk lokal unggulan yang ber-SNI di pasar domestik dan mancanegara.

Melalui pameran IQE 2018 yang akan diikuti oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN), Komite Akreditasi Nasional (KAN), lembaga penilaian kesesuaian (lembaga sertifikasi, laboratorium baik uji maupun kalibrasi), pelaku usaha, pemerintah, dan perguruan tinggi diharapkan akan terwujud satu komitmen untuk menciptakan/menghasilkan produk unggulan daerah yang ber-SNI, berdaya saing, dan akhirnya mendunia.

IQE 2018 rencananya akan dimeriahkan dengan berbagai acara seperti lomba-lomba edukasi SNI, demo produk SNI, hiburan musik, dan talkshow. IQE 2018 juga akan disosialisasikan melalui berbagai media massa baik cetak, elektronik, maupun online.

Tujuan IQE 2018

  1. Lebih mendekatkan BSN dengan stakeholder
  2. Menyebarluaskan informasi terkait standardisasi dan peniliaian kesesuaian
  3. Menumbuhkan budaya standar

Penyelenggara
Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Pelaksana
PT. Fery Agung Corindotama (FERACO)

Waktu & Tempat Pelaksanaan
Kamis-Minggu, 25-28 Oktober 2018
Grand City Convex
Jl. Walikota Mustajab No.1, Ketabang,
Genteng, Surabaya, Jawa Timur 60272