Keliping Berita

BSN Bakal Gelar Konvoi Kendaraan Listrik dan Sepeda Ber-SNI

SURABAYA - Badan Standardisasi Nasional (BSN) bakal menggelar konvoi kampanye kendaraan listrik dan sepeda Ber-SNI di Semarang, pada awal Oktober 2019. Konvoi bekerjasama dengan Pemprov Jateng, Pemkot Semarang, Universitas Diponegoro, serta PT. Triangle Motorindo (VIAR).
 
Kepala Biro Humas, Kerjasama dan Layanan Informasi BSN, Nasrudin Irawan mengatakan, konvoi tersebut untuk menyuarakan pentingnya produk ber-SNI dan ramah lingkungan, sekaligus menggaungkan perhelatan Indonesia Quality Expo (IQE) ke-7 yang dilaksanakan pada tanggal 11 - 14 Oktober 2019 di Java Supermall, Semarang, Jawa Tengah.
 
"Acara ini akan diikuti sedikitnya 500 peserta dari stakeholder baik di Jateng maupun di luar Jateng," kata Nasrudin melalui siaran pers, Sabtu (27/4). Acara ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan dalam rangkaian IQE.
Saat ini Pemerintah mendorong pengembangan produk yang ramah lingkungan. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kendaraan listrik. BSN sangat berkepentingan untuk ikut serta menyuarakan pentingnya produk ber-SNI dan ramah lingkungan, mengingat sejumlah negara, bahkan seperti negara Eropa, Inggris dan Perancis mulai mewajibkan penggunaan kendaraan listrik untuk menekan angka emisi gas buang.
Sebagai negara yang sangat concern terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup warganya, Indonesia terus berkomitmen untuk mengurangi emisi gas buang yang dibuktikan salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik.
Penggunaan kendaraan listrik juga diharapkan dapat mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil ke bahan bakar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti tenaga air, tenaga matahari dan tenaga angin.
Nasrudin menegaskan, Jawa Tengah dipilih BSN menjadi tempat pelaksanaan kegiatan karena BSN menilai, bahwa Provinsi Jawa Tengah berkomitmen tinggi dalam mewujudkan langit biru yang ditandai dengan diterimanya penghargaan Pengembangan Green Energy “Anugerah Energi Prabawa 2018” oleh Menteri ESDM.


"Jateng menjadi satu-satunya provinsi yang menerima penghargaan tersebut," pungkasnya.

Sumber: Sindonews Jawa Timur
SHARE