Sukses Story

RAIH GRAND PLATINUM SNI, PUPUK KALTIM ROLE MODEL STANDARDISASI PRODUK DI INDONESIA

Standardisasi merupakan hal dasar dalam peningkatan daya saing maupun pelayanan Perusahaan kepada konsumen, sekaligus jaminan kesesuaian mutu terhadap produk yang diakui dan terverifikasi secara resmi oleh Pemerintah. Jaminan kualitas produk maupun proses produksi dengan sistem manajemen yang terstruktur, menjadi faktor penentu dan pondasi penerapan standardisasi terhadap produk yang dihasilkan. Hal itu menjadi perhatian utama Pupuk Kaltim dalam peningkatan daya saing bisnis, seiring pengembangan yang dilaksanakan pada berbagai bidang.

Konsistensi penerapan standardisasi produk yang sesuai kaidah Standard Nasional Indonesia (SNI) mulai proses produksi hingga kualitas produk, mengantarkan Pupuk Kaltim meraih Grand Platinum sebagai peringkat tertinggi SNI Award 2018 dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), setelah berhasil mempertahankan predikat Platinum tiga kali berturut sejak 2016. Keberhasilan itu ingin ditularkan Pupuk Kaltim kepada stakeholders, khususnya instansi yang ada di lingkungan Perusahaan dan Kota Bontang, dengan mengutamakan kualitas serta sistem manajemen yang baik. Hal itu ditekankan Direktur Utama Pupuk Kaltim, Dr. Bakir Pasaman, pada Seminar Peningkatan Daya Saing dan Kompetensi SDM melalui Standardisasi di Ruang Pirus Hotel Grand Equator pada 9 Januari 2018.

 

Dikatakan Bakir, dengan pencapaian Grand Platinum SNI Award 2018, Pupuk Kaltim memiliki kewajiban membina dan memberi masukan bagi pihak manapun untuk mencapai standarisasi produk dan pelayanan. Bakir memastikan Pupuk Kaltim terbuka bagi seluruh pihak di Kota Bontang dan Kalimantan Timur, untuk bertukar pikiran terkait penerapan sistem standarisasi untuk diakui secara Nasional. “Pupuk Kaltim berharap semua pihak bisa mendapat predikat serupa, diawali dari kegiatan ini sebagai tugas dari BSN untuk mensosialisasikan upaya tersebut,” kata Bakir.

Sejak penghargaan Platinum pertama pada 2016, Pupuk Kaltim mencanangkan untuk terus menjadi perusahaan terbaik dalam performa dan kinerja, serta menjadi motivasi seluruh karyawan untuk memperhatikan berbagai aspek terkait proses produksi maupun hasil produk. SNI Award juga merupakan penghargaan tingkat nasional pertama yang diraih Pupuk Kaltim, disusul berbagai penghargaan lain di tingkat nasional dan internasional lainnya. Menurut Bakir, adanya SNI Award sebagai pengakuan, Pupuk Kaltim makin percaya diri dan terus berkembang hingga mampu meraih Proper Nasional peringkat Emas pada 2017 dan menjadi perusahaan pertama bidang industri kimia di Indonesia untuk penghargaan serupa. Termasuk dari International Fertilizer Asociation (IFA) dengan kategori Excellence, serta peningkatan skor Malcolm Balridgeyang masuk kategori Industry Leader di Indonesia.

 

“Semua itu dimotori SNI. Kalau dari awal tidak mencapai itu, Pupuk Kaltim juga susah mendapatkan pengakuan secara internasional,” terang Bakir. Dirinya berharap apa yang telah dicapai Pupuk Kaltim dapat diikuti seluruh anak perusahaan, yayasan, Joint Venture Company(JVC) yang ada di lingkungan Perusahaan, serta lembaga pendidikan dan Pemerintah Kota Bontang.

Sementara Kepala BSN Prof. Dr. Ir. Bambang Prasetya MSc. mengungkapkan, Pupuk Kaltim merupakan Role Model bagi pihaknya, karena menjadi satu-satunya pabrik pupuk di Indonesia yang meraih predikat Grand Platinum SNI. Hal ini melihat kinerja dan capaian Pupuk Kaltim dalam tiga tahun terakhir, yang terus konsisten menerapkan standardisasi pada seluruh proses hingga hasil produksi, sehingga mampu memperkuat sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Bambang Prasetya juga mengimbau seluruh perusahaan maupun instansi lainnya di Kota Bontang dan Kalimantan Timur agar dapat mengikuti jejak Pupuk Kaltim, sehingga produk maupun pelayanan yang diberikan dapat memiliki standardisasi yang diakui secara nasional, sehingga mampu lebih bersaing ke depannya. “Setiap tahun BSN menggelar SNI Award untuk berbagai kategori dan tahun ini yang paling membanggakan adalah Pupuk Kaltim dengan predikat Grand Platinum. Semoga hal ini bisa menular, melalui penerapan standar produk yang diakui secara nasional,” harap Bambang.

Dalam kesempatan tersebut hadir nara sumber lain, Drs Kukuh Syaifudin Ahmad MSc (Deputy Bidang Penerapan Standard an Akreditasi BSN merangkap Sekjen KAN) dan Dr. Zakiyah MM (Deputy Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standarisasi BSN). Hadir juga ratusan peserta dari karyawan Grade 1 dan 2, anak perusahaan dan yayasan di lingkup Perusahaan, perwakilan Pemerintah Kota Bontang, mitra perusahaan hingga mitra binaan Pupuk Kaltim.(*/vo/nav)

SHARE