Keliping Berita

Miyako Pionir Standar Mutu SNI

Jakarta, TopBusiness – Miyako salah satu brand consumer good dengan memproduksi peralatan elektronik untuk keperluan dapur serta berbagai perlengkapannya. Sebagai brand besar industri dalam negeri ini sangatlah peduli akan keselamatan konsumen pengguna, maka seluruh produk yang dihasilkan harus memiliki standar produk dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) baik itu secara wajib dan sukarela.

Bagi Miyako kenyamanan, keamanan  bagi konsumen merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar. Oleh sebab itu standar baku mutu tersebut menjadikan produsen peralatan consumer good  ini terus mendapatkan tempat di pasar sebagai produk berkualitas dan dapat dipercaya, tidak hanya gecap semata.

Ini merupakan produsen Penanaman Dalam Negeri (PMDN) pionir dalam menerapkan seluruh hasil produknya ber –SNI, bahkan bagi pemasok bahan baku penolong dalam proses produk pun diwajibkan ber SNI pula. Untuk itu, PT Kencana Gemilang (KG) sebagai produsen Miyako  ini tidak ragu mengeluarkan kocek bagi pengurusan sertifikasi SNI bagi perusahaan pemasok bahan baku tersebut. Sudah tidak sedikit   KG memberikan support kepada perusahaan pemasok agar produknya memiliki SNI wajib maupun sukarela.

Quality Assurance Manager PT KG, Teguh Kusrisyanto menyatakan dalam bincang-bincang santai, Gobras (gobrol santai) dengan insan media di kantor Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI) di Jakarta, akhir pekan lalu. “Mungkin kamilah sebagai industri yang memiliki kesadaran serta kepedulian tinggi akan baku standar mutu produk ini diterapkan dengan tanpa tawar-menawar, mutlak,” ujar  Teguh.

Diterangkan teguh, saat ini  konsumen dalam negeri semakin cerdas, masyarakat  tidak mau terkecoh dengan harga murah akan tetapi standar baku mutunya tidak memberikan kenyamanan serta keamanan bagi pemakai. Tidak sedikit saya jumpakan di lapangan, baik itu di mall-mall serta pasar tradisional menanyakan produk bersertifikat SNI, ini saya temukan di pasar di luar pulau Jawa bahkan, jadi kesadaran akan standar mutu sudah dirasakan konsumen dan masyarakat secara luas,ujar Manager Quality Assurance.

Teguh berharap  pemerintah, regulator dan eksekutor harus berperan aktif menertibkan produk abal-abal yang banyak beredar di pasar Indonesia ini. Tidak satu pun produk abal tersebut memiliki sertifikasi SNI maupun sertifikat produk negara asalnya sana. “Kita sebagai produsen dalam negeri merasa sangat dirugikan terhadap produk abal-abal tersebut. Serta pula harus bisa menertibkan Importir abal-abal tersebut,” tegas Teguh.

Saat ini PT KG sebagai produsen Brand Miyako menguasai pasar dalam negeri 95%, sementara eksportnya hanya 5% saja, dengan tujuan Export ke Banglades, India, Vietnam, Korea. Hingga 2018 ini 92% produk Miyako sudah Ber SNI dan 8% belum ber-SNI.

Penulis: Albarsyah

SUMBER : www.topbusiness.id, 17 Desember 2018

SHARE