Keliping Berita

November 2020, Jogja Tuan Rumah Indonesia Quality Expo

Kulon Progo (ANTARA) - Badan Standarisasi Nasional mengharapakan CV Karya Hidup Santosa di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, konsisten menerapkan Standar Nasional Indonesia supaya produknya mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetya di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pada era perdagangan global di mana produk dari negara-negara secara bebas beredar di pasar Indonesia.
"Indonesia membutuhkan rasa optimisme yang besar bahwa Indonesia akan berhasil meraih peluang di era tersebut. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk nasional sebagai jalan meraih peluang pasar," kata Bambang disela-sela kunjungannya di CV Karya Hidup Santosa.
Untuk itu, kata Bambang, BSN mendorong CV Karya Hidup Santosa konsisten menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ikut mempromosikan akan pentingnya penggunaan produk ber-SNI. CV Karya Hidup Sentosa diketahui menerapkan SNI 0738:2014 Traktor pertanian roda dua - syarat mutu dan metode uji; dan SNI 0738:2014/Amd 1: 2016 Traktor pertanian roda dua - syarat mutu dan metode uji - Amandemen 1. Selain itu, industri ini juga menerapkan ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu.
“Dua industri penerap SNI alsintan yang ada di Indonesia, salah satunya, CV Karya Hidup Sentosa. BSN perlu mencari industri yang bisa menjadi role model dan menginspirasi industri lain agar tergerak menerapkan SNI di bidang alsintan melalui cerita sukses role model tersebut," katanya.
BSN berkunjung ke perusahaan ini juga untuk melihat secara langsung proses produksi yang sesuai SNI.
Bambang mengapresiasi CV Karya Hidup Sentosa dengan produknya yang bermerk Quick. Selain menerapkan SNI, Quick juga memiliki cerita sukses lainnya. Diantaranya, Quick telah mengekspor produknya ke 16 negara.
"Bermula dari bengkel sederhana, kemudian CV Karya Hidup Sentosa tumbuh pesat secara bisnis dan sumber daya manusia bahkan produknya,” kata Bambang.
Sementara itu, Direktur CV Karya Hidup Sentosa, Hendro Wijayanto mengatakan CV Karya Hidup Sentos secara sukarela menerapkan SNI untuk memberikan jaminan bahwa produk Quick terjamin kualitasnya sehingga konsumen tidak perlu ragu menggunakan produk Quick.
"Kami berharap agar SNI traktor pertanian roda dua dan TKDN menjadi syarat atas produk yang akan dibeli oleh pemerintah, guna menjamin kualitas serta melindungi industri dalam negeri," katanya.
Namun demikian, ia berharap BSN mengubah standar SNI untuk diamter dan berat produk karena membuat Karya Hidup Sentosa kesulitan mengembangkan produk sesuai perkembangan teknologi, hingga kebutuhan pasar.
Ia mengakui pengusaha bisa meminta fasilitas mengubah standar, tapi membutuhkan waktu dan kebjakan. Untuk proses tersebut membutuhkan waktu lama.
"Kami ingin memberikan masukan, lebih bagus bahwa penekanan standar tidak lagi standar dimensi dan berat, karena membatasi kreativitas kami ketika produk itu akan dikembangkan," katanya.

SHARE