Sukses Story

Keripik Belut Tabanan ber-SNI Pertama di Indonesia

Di era global seperti saat ini usaha kreatif sangat diperlukan dalam menghadapi era pasar bebas. Motivasi, inovasi dan kreatifitas berperan penting untuk menghadapi persaingan pasar. Sementara itu persyaratan akan mutu juga menjadi urgensi untuk dipenuhi dalam rangka memberikan jaminan kualitas kepada konsumen terlebih lagi untuk produk makanan. Berbekal beberapa hal diatas, Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Taman Griya Tabanan berinovasi membuat olahan keripik belut lewat proses produksi yang berstandar. Seperti apa?

Distribusi produk perikanan di Kabupaten Tabanan berjalan sangat dinamis baik itu belut goreng maupun aneka olahan hasil perikanan. Untuk itu ide-ide kreatif terus dicari untuk menciptakan produk yang berbahan baku dari belut ataupun ikan yang bernilai ekonomis tinggi dan bahan bakunya mudah dan murah sehingga produk tersebut dapat bernilai tambah (added value).

Tahun 2012 Poklahsar Taman Griya melakukan survey baik di pasar maupun supermarket dimana minat masyarakat di Kabupaten Tabanan maupun luar Kabupaten Tabanan sangat tinggi dalam mengkonsumsi belut goreng, menjadi menu hidangan sehari–hari dan untuk acara-acara besar lainnya. “Namun olahan ikan maupun belut tersebut hanya dimasak secara sederhana dan belum mendapatkan sentuhan teknologi secara maksimal, maka kami berinovasi membuat olahan keripik belut,” terang Ida Bagus Putu Parwata saat kami wawancarai.

Tahun 2014 Taman Griya mendapatkan penyuluhan dari UPTD Perikanan dan Kelautan Kecamatan Kediri bersama Tim dari Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan. “Pada bulan Januari 2014, kelompok kami dikukuhkan oleh Perbekel Desa Nyambu dan kami terus berinovasi terutama untuk produk unggulan kami yaitu “Keripik Belut” yang terus meningkat pesanannya di pasaran,” ujar Parwata. Keripik Belut tersebut disajikan dalam berbagai kemasan dengan harga yang relatif terjangkau sehingga mudah terserap pasar.

Poklahsar Taman Griya yang berlokasi di Banjar Mundeh, Desa Nyambu, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali ini beranggotakan 10 orang karyawan dan memiliki tempat produksi yang sesuai dengan standar serta telah mendapatkan sertifikat SNI 7687.3:2013 tentang Keripik Belut. Terkait hal tersebut, Parwata menuturkan jika untuk menjaga kualitas produk baginya sangat penting karena dengan adanya penerapan 3 hal (Standard Quality, Assurance Quality, dan Control Quality) dapat dijadikan landasan untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen.

Walaupun dalam dua tahun belakangan ini pesanan meningkat, namun Parwata sendiri mengakui persaingan usaha semakin ketat. “Persaingan usaha sangat ketat karena di Tabanan banyak terdapat UKM yang memproduksi kripik belut namun kita memiliki cita rasa masing- masing,” ujar Parwata.

Guna menghadapi persaingan tersebut, pihaknya sadar bahwa memiliki keunggulan dimana faktor mutu dapat dijamin menjadi sangat penting. Sesuai dengan acuan SNI, peningkatan mutu yang diterapkan yaitu penerapan GMP (Good Manufacturing Process) dalam proses pengolahan produk, penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) dalam hal penerapan perilaku karyawan dalam melakukan proses pengolahan untuk memenuhi kondisi dan praktek sanitasi sesuai SOP yang telah disusun sebelumnya.

Namun sekali lagi faktor SDM senantiasa menjadi tantangan. Menurut Parwata dalam penerapan standar diperlukan SDM yang handal dalam pencatatan setiap proses pengolahan yang dituang ke dalam form SSOP serta SDM yang teliti dan disiplin dalam penerapan SOP Pengolahan Kripik Belut. Namun tantangan tersebut diakuinya akan kembali ke komitmen dari pimpinan puncak. Dalam hal ini bagaimana ia sebagai ketua senatiasa menekankan para karyawan untuk melakukan proses produksi sesuai dengan SOP.

Dengan parameter SNI, kemampuan untuk menghadirkan produk bermutu secara langsung berdampak pada peningkatan penjualan serta terjalinnya kerjasama perusahaan dengan BUMDA (Badan Usaha Milik Daerah) DHARMA SANTIKA Kabupaten Tabanan dalam hal pemasaran produk kripik belut dan adanya penambahan produk untuk dikerjasamakan dengan BUMDA yaitu produk Ladrang Catfish.

Hal tersebut yang menjadi target Poklahsar Taman Griya ditahun ini yaitu berinovasi untuk produksi ladrang catfish yang mana akan di MOU-kan pemasarannya dengan BUMDA Dharma Santika Kabupaten Tabanan. (NDA)


SHARE