Keliping Berita

BSN Kolaborasi dengan Pemkot Semarang Promosikan SNI untuk Hadapi Perdagangan Bebas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Standardisasi Nasional (BSN) menyelenggarakan Indonesia Quality Expo (IQE) 2019 di Java Supermall, Jalan Letjen MT Haryono, Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat-Senin (11-14) Oktober 2019.

IQE 2019 diadakan sebagai ajang bagi para pemangku kepentingan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian untuk bertukar informasi, berpromosi, maupun berdiskusi, menetapkan strategi standardisasi dalam menghadapi perdagangan bebas.

 

Kepala BSN, Bambang Prasetya menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini, Semarang dipilih menjadi tuan rumah karena komitmen Provinsi Jawa Tengah terhadap penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Hal ini ditandai dengan diterimanya penghargaan Tokoh Standardisasi 2018, Kategori Kepala Daerah kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo,” ujar Bambang, dalam siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (12/10/2019).

Selain itu, semangat industri di Jawa Tengah dalam menerapkan SNI juga patut diapresiasi.

 

Berdasarkan data yang dimiliki BSN, sampai dengan bulan September 2019 terdapat 221 industri penerap SNI di Jawa Tengah. Mulai dari industri produk elektrik dan elektronika, makanan dan air mineral, mainan anak, pakaian bayi, baja, batik, dan sebagainya. Tidak kalah spesial, Jawa Tengah pun menjadi sentra role model penerapan SNI. Hingga saat ini, BSN telah membina 37 UMKM untuk menerapkan SNI di Jawa Tengah.


Dari jumlah tersebut, 14 UMKM sudah tersertifikasi SNI. BSN juga menganugerahkan penghargaan SNI Award pada beberapa organisasi dan industri di Jawa Tengah. “Oleh karena itu, BSN berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang khususnya, untuk menyukseskan IQE 2019. Ajang ini menjadi sarana yang bagus untuk mempromosikan SNI sebagai senjata menghadapi perdagangan bebas saat ini,” ungkapnya. Pemerintah Kota Semarang pun menyambut baik IQE 2019 dengan berpartisipasi menampilkan 4 booth yang diisi 12 UMKM penghasil produk-produk unggulan daerah seperti Batik, craft, makanan, sepatu, dan lain-lain.

 

IQE tahun ini diikuti oleh 23 organisasi, dengan menempati total 74 booth pameran. Para peserta pameran terdiri dari industri, lembaga penilaian kesesuaian, pemerintah daerah dan perguruan tinggi. “Produk-produk ber-SNI dipamerkan dan juga layanan informasi seputar standardisasi dan penilaian kesesuaian. Masyarakat, pelaku usaha, semuanya bisa berkunjung ke IQE 2019 untuk mengupdate diri dengan perkembangan standardisasi dan penilaian kesesuaian,” jelasnya. Bambang berharap, ke depan IQE dapat terus berlanjut dan konsisten menjadi ajang untuk menyebarluaskan standardisasi dan penilaian kesesuaian kepada masyarakat, industri, akademisi dan pemerintah.

 

“Ke depan harus lebih besar lagi, menjangkau semua lapisan masyarakat sehingga kesadaran akan pentingnya standardisasi dan penilaian kesesuaian meningkat. Semoga Semarang bisa menjadi inspirasi dan motivasi daerah lain untuk menggenjot penerapan SNI,” tandasnya. (dta)


Link: https://jpp.go.id/humaniora/sosial-budaya/337670-kepala-bnpb-terima-medali-tokoh-standarisasi-nasional-2019

 


SHARE